Berkunjung ke “AleKarajae” potensi perkebunan jagung

Jagung adalah komoditi penting hasil pertanian setelah tanaman padi, peranan jagung sangat besar bagi budidaya peternakan unggas, maupun ternak berkaki 4, sebagai sumber makanan bergizi yang di perlukan dalam industri pakan ternak, karena produktifitas Jagung nasional masih rendah maka import jagung menjadi pilihan, ditambah lokasi penanaman jagung yang tersebar di luar pulau Jawa, dan Pabrik pakan ternak masih terpusat di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, menyebabkan biaya tranportasi pengangkutan jagung menjadi mahal dan sulit bersaing dengan jagung import, sementara bila bicara kualitas maka jagung lokal lebih baik dari jagung import.

( Lokasi Perkebunan Jagung “Etta Aji Nompo” di Dusun Alekarajae )

Desa padanglampe bersama 2 desa tetangga yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan kepulauan sulawesi selatan , memang terkenal dengan perbagai macam jenis tanaman dengan Hamparan yang luas, suasana yang sangat asri dan udara sejuk dapat memanjakan mata, juga memiliki daya tarik tersendiri untuk orang yang berkunjung ke kawasan desa ini. Tanaman dan Sayuran dengan latar belakang Gunung,dapat menjadi latar foto yang menarik untuk di abadikan.

Tanaman yang ada disini antara lainnya; Padi,jagung, cabai,bayam,  dan beberapa sayuran lainnya yang berwarna warni semakin indah untuk di nikmati mata.

Kali ini Roedy Rustam selaku Pandu desa BP2DK berkeliling desa melihat potensi lahan pertanian dan menyempatkan diri untuk berdikusi dengan sosok gempal dengan raut muka yg sendu terbalut senyum yang khas , terlihat antusias dan penuh semangat menyambutnya di lahan pertanian dengan luas kurang lebih 0.5 HA yang terletak di dusun alekarajae desa padanglampe.

Namanya adalah H Sada atau oleh penduduk desa lebih akrab disapa “etta aji nompo“, meskipun kini usianya mulai memasuki senja , namun  semangat tidak padam untuk tetap menjadi petani yang produktif dan inovatif.
selain menanam ratusan pohon jeruk pamelo, di sisi alainnya tanah perkebunan yg digrapanya juga ditanami berbagi jenis tanaman komoditi , seperti , kangkung , labu dan jagung.

“Etta aji” pun memulai ceritanya sekitar 3 bulan silam , mulai menanam bibit jagung sebanyak 5 Kg, meskipun jenis hibrida ini masih tergolong baru di kalangan petani, ia tetap memulai , tanpa ada ragu kedepan seperti apa pemasaran jagung jenis ini, ” daripada lahan hanya tinggal kosong dan terbengkalai,mending saya tanami bebagai macam sayuran saja ” Pungkasnya.

(Video Profile , Sumber : Youtube )

Harapannya , semoga kedepan pemerintah daerah maupu pusat beperan aktif dalam memberikan edukasi kepada petani , baik tentang komoditi baru yang bernilai ekonomis , serta cara pengolahan dan terutama distribusinya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan