Desa Padanglampe dalam kegiatan Pemetaan dan Pendampingan Desa Broadband Terpadu 2017

Jpeg

 

Terpilihnya Desa Padanglampe dari 222 Desa di 113 kabupaten di 33 Provinsi di Indonesia sebagai desa broadband terpadu 2017 merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Desa Padanglampe,Kecamatan Ma’rang,Kabupaten Pangkep,Sulawesi Selatan ini. Disulawesi selatan sendiri terpilih 4 desa dan Padanglampe termasuk salah satu desa diantaranya, dan sebagiannya lagi bertempat di Tanah Toraja sulawesi selatan. Adapun program ini diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi RI, dibawah Balai Penyedia dan Pengelolah Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI).Untuk mendukung program ini Kemimfo melibatkan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan,Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB ) sebagai pelaksana. adapun desa yg terpilih tersebut akan dijadikan sebagai contoh sekaligus pionir dalam mewujudkan tata kelola pembangunan nasional berbasis desa. Komitmen inipun kemudian diikuti dengan pemberian akses internet yang dibiayai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BPPPTI.

Perihal hari pertama kedatangan tim Pemetaan Desa Broadband Terpadu 2017,bersama dengan Tim pemetaan bapak Nikanor Hersal Armos bersama saya Muhammad rizal (operator Desa) datang menemui kades Padanglampe bapak Sukarman. Diawali dengan berbincang-bincang soal permasalahan pemetaan yg ada sekarang seperti halnya permasalahan tapal batas,luas perdusun,titik sapras, dan tentunya luas Desa Padanglampe sendiri. Yang tentunya masih berpatok pada pengukuran dan penetapan luas dan batas batas desa yang dulu. Dari perbincangan tersebut dijelaskan tentang luas Desa Padanglampe sendiri yang mencapai 1600-an Hektare, dengan batas dusun yang ditetapkan.

Jpeg

Dalam proses Pemetaan Desa Padanglampe. Kepala Desa Padanglampe yakni Bapak Sukarman terjun lansung ke lapangan untuk melakukan pengecekan, bersama salah satu kepala Dusun dari keempat dusun yang ada di Padanglampe yakni Bapak Abdul Waris selaku Kadus Balangkatala bersama tim Pemetaan Desa Broadband Terpadu 2017 yang awal pemetaan diawali di area Dusun Balangkatala. Dihari pertama pemetaan cukup dibilang agak rumit dikarenakan masih terdapat masalah seperti halnya tapal batas/penanda perbatasan yang tidak sesuai dengan peta yang ada. Begesernya beberapa titik yang tidak sesuai membuat kami dan beberapa aparatur desa dan yang ikut pada saat itu agak kebingungan dengan kondisi yang ada dilapangan saat itu. Penggunaan peta blok dan pencitraan lokasi menggunakan satelit,serta informasi dari warga sekitar sangat membantu kelancaran proses pemetaan yang sedang berlansung. Disaat itu pula dilakukan penitikan batas desa yang berbatasan lansung dengan kelurahan ma’rang dan desa alesipitto.

Jpeg

Dihari kedua proses pemetaan berlansung di dusun Sambau bersama bapak kadus Sambau yakni bapak Husman melakukan pengecekan lansung batas-batas yang ada. “ini adalah desa yang cukup luas” ujar tim pemtaan ketika bersama kami,kepala desa Dan yang ikut bersama pada saat itu. “Cukup susah melakukan pengecekan batas-batas di Dusun Sambau”ujar saya selaku operator yang ikut pada saat itu. Dikarenakan banyaknya rintangan yang harus dihadapi ketika itu seperti halnya melalui semak belukar,memanjat bebatuan dan berjalan menapaki areal yang bisa dibilang areal hutan yang belum bisa diakses oleh kendaraan yang gunakan pada saat itu. Yang konyolnya lagi ketika kita harus masuk memasuki semak belukar yang sangat tebal yang ternyata bersebelahan dengan jalan setapak. “ini mungkin kita lewat sini keluar sebelahnya jalanan bagus”kata tim pemetaan.

 

Jpeg

Kami pun melanjutkan pemetaan kembali keareal lain dikarenakan areal hutan yang begitu tebal dan sulit di tembus,kami pun melakukan pengecekan batas lain di daerah Bulu pao (gunung Mangga) yang kembali lagi kita dipertemukan dengan trek jalur darat yang kembali menyusahkan lagi. “Turun gunung naik gunung”ujar kepala desa padanglampe yang memimpin tim ekspedisi pemetaan saat itu. Jalur yang terjal bukan penghalang untuk proses pemetaan dan juga pengecekan lokasi pemetaan yang belansung dari pagi hingga sore. Dari pengecekan lokasi tersebut di dapati batas yang sesuai yang sebelumnya hanya sekira perkiraan kepala saja dan tentunya areal yang belum terakses  bisa di akses dan di petakan kembali.

Dari pemetaan tersebut melalui FGD (focus group discussion) atau diskusi kelompok terarah . . Dipimpin oleh kepala desa Padanglampe bapak Sukarman yang diselenggarakan seusai proses pengecakan lokasi dan pemetaan dilakukan penetapan tapal batas dan luas perdusun yang turut mengundang ketua LPM,BPD atau yang mewakili serta para kepala dusun,H.abdul fattah (Dusun Padanglampe),Abdul Waris (dusun Balangkatala),Ambo Tang (dusun Alekarajae),dan Husman ( Dusun Sambau). Di diskusi tersebut di tetapkan batas batas desa padanglampe yang semula batas tersebut kurang lebih 1600 km­2 menyusut menjadi 1586 km2 dan dari itu ditetapkan batas batas dusun yang ada.

Kami selaku pemerintah desa padanglampe sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi salah satu dari 222 desa broadband terpadu 2017,yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi RI, dibawah Balai Penyedia dan Pengelolah Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI).Untuk mendukung program ini Kemimfo melibatkan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan,Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat,Institut Pertanian Bogor (PSP3 LPPM IPB ) sebagai pelaksana. itu semua adalah satu pencapaian yang baik dan akan terus dikembangkan dan diperbaik dari sekarang hingga nanti.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan